Dulu stigma gangguan saraf hanya terjadi di usia lanjut. Sekarang kondisi ini mulai dialami anak muda. Gejalanya bisa berupa kesemutan, mati rasa, atau rasa sakit yang muncul tanpa alasan jelas. Situasi ini menunjukkan bahwa masalah saraf tidak lagi bergantung pada umur. Ada beberapa faktor yang jadi penyebab penyakit saraf saat seseorang masih berada di usia produktif.
Berbagai Penyebab Penyakit Saraf yang Mengincar Generasi Muda
Berikut ialah beberapa faktor yang menjadi pemicu utama gangguan saraf di kalangan anak muda.
- Dominasi Gadget dan Posisi Duduk Lama
Aktivitas dengan gadget menempati urutan pertama sebagai pemicu neuropati dengan angka 61,5%. Mengetik atau menatap layar terlalu lama tanpa jeda dapat menyebabkan penekanan pada saraf.
Misalnya saja di pergelangan tangan, yang dikenal sebagai Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Kebiasaan duduk dalam posisi sama dalam waktu lama juga berkontribusi dengan angka 53,7%.
- Olahraga dengan Teknik yang Salah
Tren olahraga seperti squat dan deadlift yang dilakukan dengan form tidak tepat dapat memicu saraf kejepit (Hernia Nucleus Pulposus/HNP). Dr. Danu Rolian, SpBS, menegaskan bahwa hal ini kini sering menjadi penyebab sakit pinggang pada anak muda.
- Pola Hidup Tidak Seimban
Dokter spesialis saraf, Letkol CKM dr. Andrie Gunawan Sp.N F-NR, menjelaskan pentingnya menjaga pola makan, minum, tidur, pikir dan gerak. Ketidakseimbangan dalam lima aspek tersebut membuat tubuh lebih rentan mengalami gangguan saraf.
- Diabetes Mellitus
Diabetes menjadi penyebab penyakit saraf neuropati perifer. Angkanya mencapai 50% atau satu dari dua penderita diabetes mengalami kondisi ini. Proses dari diabetes menuju neuropati juga terbilang cepat, yaitu sekitar tiga sampai lima tahun.
- Kekurangan Vitamin Neurotropik
Kadar vitamin B1, B6, dan B12 yang rendah ikut meningkatkan risiko kerusakan saraf. Vitamin ini membantu sistem saraf bekerja normal dan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf.
- Paparan Zat Beracun dan Konsumsi Alkohol
Paparan zat beracun seperti logam berat dan pestisida, serta konsumsi alkohol dalam jangka panjang, juga termasuk dalam daftar penyebab penyakit saraf yang perlu diwaspadai.
Gejala Awal Gangguan Saraf
Mengenali gejala sejak awal dapat membantu mencegah kondisi yang lebih parah. Gejalanya terbagi menjadi dua jenis. Gejala positif muncul dalam bentuk rasa seperti terbakar, tertusuk atau kesemutan. Gejala negatif berupa mati rasa atau hilangnya sensasi.
Pada gangguan saraf motorik, tubuh bisa mengalami kelemahan otot. Kondisi ini terlihat dari aktivitas yang tampak lebih sulit, seperti membuka botol atau menggenggam benda. Jika gejala muncul mendadak tanpa penyebab jelas, bisa jadi itu tanda kondisi serius seperti stroke.
Fakta menunjukkan bahwa penyebab penyakit saraf pada usia muda sangatlah nyata dan dekat dengan keseharian kita. Mulai dari gaya hidup modern yang penuh dengan aktivitas repetitif, pola hidup tidak seimbang, hingga kondisi medis seperti diabetes, semua berkontribusi terhadap meningkatnya kasus neuropati di kalangan generasi muda.


Leave a Reply